Sempat Ambruk 7%, IHSG Ditutup Turun 3,84% ke Level 6.223

JAKARTA – Ukuran Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di tempat zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (18/3). Ukuran tercatat melemah 3,84 persen atau 248,55 poin ke level 6.223.
Sepanjang perdagangan hari ini, total besar saham yang digunakan diperdagangkan sebanyak 29,29 miliar saham dengan nilai kegiatan mencapai Rp19,22 triliun, kemudian ditransaksikan sebanyak 1,54 jt kali. Adapun, sebanyak 554 saham harganya terkoreksi, 118 saham harganya naik juga 139 saham lainnya stagnan.
Sektor teknologi turun 9,77 persen, sektor energi turun 3,43 persen, sektor keuangan turun 1,98 persen, sektor kemampuan fisik turun 2,67 persen, sektor infrastruktur turun 3,03 persen, sektor transportasi turun 2,11 persen, sektor substansi baku turun 5,99 persen, sektor lapangan usaha turun 1,47 persen, sektor siklikal turun 3,06 persen, sektor properti turun 3,33 persen dan juga sektor non siklikal turun 2,32 persen.
Adapun, tiga saham yang tersebut menempati kedudukan top gainers yaitu PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,73 persen ke Rp464, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 23,24 persen ke Rp228 kemudian PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik 19,63 persen ke Rp1.615.
Sedangkan, tiga saham yang mana menempati tempat top losers yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 18,42 persen ke Rp5.425, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 15,48 persen ke Rp655 lalu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 11,79 persen ke Rp5.050.
Tiga saham yang tersebut bergerak diperdagangkan hingga penutupan pertemuan pertama siang ini yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kemudian PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara atau trading halt pada waktu IHSG ambruk lebih lanjut dari 5% jelang pembukaan I berakhir. Kemudian pasca perdagangan dilanjutkan IHSG melanjutkan koreksi atau turun hingga 7% ke level 6.084.






