Militan Sandera 450 Penumpang Kereta dalam Pakistan

ISLAMABAD – Militan bersenjata merebut satu kereta api di area provinsi Balochistan, Pakistan, kemudian menyandera 450 penumpang, menurut kantor berita AFP.
“Tentara Pembebasan Baloch (BLA) mengklaim bertanggung jawab menghadapi serangan tersebut, dengan menyatakan para pejuangnya menyerang rel kereta api dengan materi peledak sebelum menguasai kereta api di area distrik terpencil Sibi,” tulis kantor berita tersebut, mengutip pernyataan yang digunakan dikeluarkan kelompok tersebut.
Seorang pejabat senior kereta api dalam Quetta, ibu kota provinsi tersebut, telah lama mengonfirmasi penyanderaan tersebut, menurut AFP. Masinis kereta api yang disebutkan dikatakan telah dilakukan terluka.
Dalam pernyataan BLA yang dimaksud beredar di dalam media sosial, kelompok yang dimaksud mengklaim 11 personel militer sudah pernah tewas.
Para militan dilaporkan mengancam akan membunuh semua sandera apabila otoritas Pakistan melancarkan operasi untuk membebaskan mereka.
Kelompok yang dimaksud mengklaim telah terjadi membebaskan wanita, anak-anak, dan juga penumpang Baloch dari kereta, juga menyatakan sudah menyandera 100 orang yang mana merupakan personel berpartisipasi militer Pakistan, polisi, pasukan antiterorisme negara itu, juga perwira intelijen.
BLA juga mengklaim telah terjadi menangkis serangan darat militer Pakistan, tetapi helikopter kemudian pesawat nirawak terus melakukan serangan udara.
Mereka menuntut penghentian segera pemboman udara, dengan peringatan serius jikalau tidak, para sandera akan dieksekusi pada waktu satu jam.
BLA adalah kelompok separatis bersenjata yang mana sudah lama berupaya memperoleh kemerdekaan bagi provinsi Balochistan dari pemerintah pusat pada Islamabad.
Kelompok ini telah dilakukan ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Pakistan kemudian dua negara lain: Inggris dan juga Amerika Serikat.






