Mentan Amran Targetkan Sumsel Masuk Tiga Besar Produsen Beras Nasional

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memiliki target Sumatera Selatan (Sumsel) masuk tiga besar produsen beras nasional. Peluang besar yang digunakan dimiliki Sumsel dapat mengupayakan percepatan kegiatan swasembada pangan nasional.
“Dulu Sumsel berada di tempat peringkat delapan pada produksi beras nasional, sekarang sudah ada naik ke peringkat lima. Kami optimis mampu menembus tiga besar, bahkan apabila memungkinkan menjadi yang digunakan nomor satu. Mengapa? Karena potensinya luar biasa,” ungkap Amran di keterangan resminya pada Selasa (4/3/2024).
Mentan Amran juga mengungkapkan bahwa Sumatera Selatan, dengan dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, juga Papua Selatan, merupakan area yang dimaksud diprioritaskan sebagai lumbung pangan nasional. Dengan sumber daya yang mana ada, produksi pertanian di tempat wilayah yang disebutkan diproyeksikan akan terus berkembang.
Dalam mewujudkan target ini, pemerintah telah dilakukan menyiapkan tambahan satu jt hektare lahan baru untuk produksi padi. Tahun ini, tahap awal pengembangan lahan akan mencakup 150.000 hektare. Selain itu, pemerintah juga berencana mempercepat modernisasi pertanian melalui distribusi alat kemudian mesin pertanian (alsintan) pada jumlah keseluruhan besar, yang tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kemudian mengupayakan ketahanan pangan.
“Jika pengelolaan lahan yang disebutkan optimal, Sumsel berpotensi menjadi produsen beras nomor satu dalam Indonesia di lima tahun ke depan,” tambah Amran.
Selain fokus pada perluasan lahan lalu modernisasi, Mentan juga menyoroti peran penyuluh pertanian pada membantu suksesnya acara ini. Menurutnya, penyuluh memiliki peran kunci di meningkatkan hasil pertanian dalam lapangan. Oleh sebab itu, pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap penyuluh untuk meningkatkan kekuatan pendampingan untuk para petani.
“Kami ingin para penyuluh berkompetisi lalu menunjukkan hasil yang mana nyata pada meningkatkan produksi pangan. Sebagai bentuk apresiasi, dari 37.000 penyuluh yang dimaksud ada, kami akan menyediakan 5.000 hingga 10.000 unit motor untuk penyuluh yang dimaksud berprestasi,” kata Amran.
Amran juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat serta area pada menguatkan ketahanan pangan. pemerintahan akan terus menguatkan koordinasi dengan dinas pertanian, kelompok tani, dan juga pelaku perniagaan pertanian agar kebijakan yang dimaksud dijalankan dapat memberikan dampak yang mana maksimal di dalam lapangan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Sumatera Selatan berpotensi menjadi salah satu andalan utama pada ketahanan pangan nasional, sekaligus mengukir prestasi sebagai produsen beras terbesar di tempat Indonesia.






